Books

Food Culinary

Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Recent Posts

Serunya Senam Zumba Bersama Natur Di CFD

Mau olahraga males terus, eh malah ditawarin ikutan senam zumba bersama Natur di CFD. Jadilah saya sekeluarga datang, biar sehat. Ternyata selain senam Zumba, banyak acara menarik yang diadakan Natur, antara lain doorprize. Yeaayy..


Cung yang males olahraga? Qiqiqi.. Nggak usah malu, saya juga males kok, nggak heran badan suka pegel-pegel.  Jadi saya hepi pas ikutan CFD bareng Natur pada tanggal 8 Juli 2018. Apalagi saya datang lengkap dengan dua bocah dan suami, jadi agak repot dikit sih, tapi hepi.



Senam baru dimulai saat kami sampai di panggung Natur pada sekitar pukul 07.00 WIB pagi dan kami segera menukarkan undangan pada stand pendaftaran untuk mendapatkan nasi box. Lalu kami berganti baju dan mendapatkan tas natur.

Untuk stand pendaftaran ternyata dibagi-bagi menurut undangan. Saya baru tahu undangan dari berbagai komunitas, dari blogger, rptra, penulis, dan lain-lain.



Oya dalam rangka menggalakkan kebersihan, natur mengadakan penukaran botol  minuman dengan paket produk natur. Lumayan berhubung saya dan suami masing-masing bawa satu botol. Jadinya kami mendapatkan dua paket natur dengan menukarkan botol kosong.

Serunya selain senam Zumba yang bikin sehat dengan instruktur Tommy Dewantara, ada juga undian doorprize, wah bikin deg-degan, menang nggak ya, soalnya hadiahnya keren-keren seperti teflon. Sayang ditunggu-tunggu nggak menang, tapi nggak papa deh, kan udah kebagian senam.



Selain itu kita kedatangan selebgram nih, Tasya Faraza, yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga rambut sehat, apalagi yang suka eksperimen rambut. Dan pentingnya melakukan perawatan rambut dengan paket perawatan rambut yang lengkap.  Ditambah lagi kehadiran Luna Maya yang juga menjelaskan bagaimana caranya menjaga rambut biar sehat. Terbukti rambut keduanya terlihat sehat dan kuat.



Pasti deh, sudah pernah mendengar Natur, sebagai produk perawatan rambut dari bahan alami. Nah, dengan Natur Natural Extract Shampo, kita bisa merawat kekuatan akar rambut, agar tidak mudah rontok.



Shampo Natur Extract Ginseng ini, selain mencegah kerontokan juga membantu menguatkan akar rambut, dan membuat rambut tetap sehat. Dan untuk cara penggunaannya cukup usapkan pada rambut dan kulit kepala yang basah, pijat dengan lembut hingga menghasilkan busa. Lalu bilas hingga bersih.

Oya Nggak ketinggalan perfomance dari Kangaroo Home appliance yang memperkenalkan RO Water Purifier, dengan alat ini kita bisa lho minum air kran tanpa dimasak dulu, keren ya, apalagi buat ibu-ibu kayak saya yang malas masak air, dan lupa isi ulang galon, hehe..

Kaau saya sih bersyukur banget, di acara CFD Natur ini, tidak hanya badan sehat karena senam sehat, tapi dapat penjelasan tentang bagaimana merawat rambut sehat dengan produk Natur. Apalagi keluarga juga senang, dan yang terpenting bisa foto bareng di booth. Semoga semakin banyak acara seperti ini di kemudian hari.




Pelaku Usaha Kecil Menengah Memeriahkan Festival Kesenian Bali 2018

Ada yang pernah mengunjungi Pesta Kesenian Bali di Taman Budaya, Art Center Kesiranawa Denpasar? Tahun ini diadakan lagi lho untuk yang ke-40 kalinya yang berlangsung pada 23 Juni sampai dengan 21 Juli 2018. Uniknya di Pesta Kesenian ini, tidak pernah ketinggalan dengan pameran barang souvenir dan kerajinan para pelaku UKM di Bali dan juga stand-stand kuliner yang menyajikan berbagai macam makanan dan minuman khas Bali. 
Eat, Pray, Love, novel karya Elizabeth Gilbert, yang kemudian diangkat menjadi film, dengan dibintangi oleh Julia Roberts, memang pas dalam menggambarkan Bali. Saya tidak pernah mempercayai, jatuh cinta pada Bali, saat pertama kali menjejakkan kaki di Bali pada tanggal 30 Juni, memenuhi undangan dari Kementerian Koperasi dan UKM bersama mitra blogger Indoblognet. Suasana Bali yang teduh, rindang dengan berbagai arsitektur Bali menyambut kedatangan kami, saat perjalanan ke hotel.



Mencicipi Kuliner Bali Yang Menggunggah Selera

Setelah menyaksikan Turnamen Bali Open 2018, kami para blogger berkunjung ke pameran souvenir dan kuliner, yang menjadi bagian dari Pesta Kesenian Bali di Taman Budaya.



Karena merasa agak mengantuk, saya dan mbak Ika, founder MB Indoblognet, langsung tertarik untuk menyicipi kopi Bali BanyuaTis. Rasanya menurut saya agak mirip dengan kopi Sumatra, namun agak seperti kacang kedelai. Kalau diracik sedemikian rupa, tidak jauh dengan kopi cafe.



Selain minum di tempat, kita juga bisa beli dalam bentuk kemasan dan sachet langsung pakai dengan gula. Untuk sachet yang berisi gula dan kopi, harganya cuma 10 ribu, sedangkan untuk kemasan harganya variatif dari 5.500 sampai 70.000.

Ternyata penjualan kopi BanyuaTis ini sudah sampai ke Jakarta, dan ada perwakilannya di Pejaten Barat. Untuk sewa stand 1 bulan, sekitar 1,5 juta. Sayang omset selama Festival Kesenian tidak diketahui. Untuk minuman selain kopi, juga ada es cendol, es Daluman, es teh dan sebagainya.



Makanan yang dijual juga rata-rata merupakan masakan Bali yang berupa Nasi Ayam Betutu, Nasi Sela, Sate Lilit Ayam, dan lain-lain. Sate lilit ayam ini, agak mirip nuget ayam yang belum digoreng, tapi rasanya lebih enak dikasih bumbu rempah dan ada irisan sayur. Suasana stand yang dibuat dengan Gubuk membuat rasa perut ingin menyantap semuanya.




Stand Kuliner ini cukup ramai, dari baru tiba sampai kami balik kembali menyaksikan Turnamen Bali Open tetap saja ramai oleh pengunjung. Kelihatannya rasa kuliner Bali yang tidak jauh beda dengan rasa kuliner rata-rata Indonesia, membuat makanan Bali enak terasa di lidah. Dan sepertinya pelaku UKM kuliner meraup untung yang lumayan selama pameran.




Menengok Berbagai Macam Kerajinan Bali

Di sini pun banyak sekali kerajinan Bali yang bikin jatuh cinta. Dari tas handmade yang terbuat dari rotan, kain-kain berlukiskan batik Bali, kerajinan perak, sepatu kulit dan lain-lain. Rasanya mau membeli semua, bila tidak mengingat uang di kantung dan batasan bagasi di pesawat. Dari beberapa pelaku UKM yang kami datangi, semua rata-rata ramah dan terbuka untuk diajak mengobrol, hanya sayang banyak stand yang tidak dijaga oleh pemilik, sehingga agak susah untuk mendapatkan informasi secara lengkap.




Di salah satu stand Penjualan topeng dan wayang kulit Bali, untuk pemesanan dari luar Bali, biasanya untuk pentas Kesenian. Sayang belum pernah mengikuti pameran di Luar Negeri. Dari segi harga kompetitif, untuk satu topeng karakter tokoh Bali hanya seharga 70 ribu rupiah. Topeng dan wayang kulitnya bila diamati, pembuatannya sangat halus dan pas untuk dipakai di muka. Saat saya tanyakan apakah juga membuat topeng karakter lain di luar tokoh Bali, seperti Gatot Kaca atau tokoh kartun lain, sayang mereka belum membuatnya.



Kerajinan perak dan anyaman bermotif juga sangat bagus, selain itu ada juga selendang yang dilukis dengan tangan. Dan kain yang sangat menarik minat saya, kain engkek, bordiran Karawang. Kain ini dijual dengan harga 250 ribu, dan bila menjadi baju harganya menjadi 350 ribu sampai 500 ribu, dengan baju tipe semi Karawang atau full Karawang. Walaupun belum mempunyai instagram dan website,  penjualannya sudah mencapai Jakarta,  dengan sistim pemesanan melalui media Whatsapp.





Kami juga menjumpai penjual souvenir dan tas Bali. Untuk tas bulat Bali yang besar harganya 150 ribu dan yang kecil 125 ribu. Untuk gelang semua seharga 5 ribu dan juga mainan kayu berupa Yoyo, hanya 17.500, selain itu juga ada pistol kayu, dan lain-lain. Saya senang sekali, karena pas dibeli buat oleh-oleh keponakan  yang masih kecil.



Tempat Lain Menjual Oleh-Oleh Dan Kerajinan Bali

Setelah Pasar Kesenian di Taman Budaya, kami mengunjungi Pantai Sanur, di sana kami juga menemui stand Kerajinan Bali, berupa gang kecil yang kanan-kirinya ada toko jualan baju dan souvenir Bali. Sayangnya harga di sini lebih mahal dibandingkan harga di pameran. Untuk tas anyaman bulat, yang tadi saya sebutkan 150 ribu menjadi 200 ribu di sini. Mungkin karena di sini lebih banyak wisatawan asing yang berkunjung ke pantai, sehingga harga lebih mahal.



Malamnya kami berkunjung ke toko oleh-oleh Krisna di Nusa Bali. Di sini khusus oleh-oleh memang lebih murah, karena lebih banyak dijual souvenir kecil dan juga makanan dalam jumlah kecil.

Besoknya saat pulang, kami pun mengunjungi kembali Krisna di dekat Bandara. Memang sejauh mata memandang, tempat ini sangat pas untuk membeli oleh-oleh. Tidak heran sangat ramai pengunjung.



Untungnya saya sempat berdialog dengan salah seorang turis bernama Noi, dari Timor Leste. Dari Noi, saya mengetahui ternyata ibu mertuanya, yang berasal dari Italia, memang menyukai produk kecantikan seperti body massage Bunga Jepun dan aromaterapi. Untuk barang-barang besar, seperti patung selain takut kelebihan bagasi, juga takut disita pihak bandara karena kena bea cukai. Mereka lebih menyukai barang-barang kecil untuk hadiah.



Untuk bulan yang ramai dikunjungi wisatawan luar negeri biasanya Juni-Juli, saat musim panas di Eropa. Bertepatan dengan liburan anak sekolah di Indonesia. Dan Desember saat menjelang natal.

Untuk kuliner, para turis tertarik untuk menikmati sambil merasakan kehidupan penduduk lokal. Kopi pun disukai sambil minum nongkrong di warung kopi. Kalau untuk dibawa pulang, mereka prefer kopi luwak yang rasanya international.


Kendala Yang Dihadapi Para UKM

Saya sebagai mantan pebisnis mengakui menjadi pelaku UKM itu membutuhkan ketekunan dan kerja keras. Tidak bisa menghadapi masalah sedikit langsung bubar bisnisnya. Selain itu diperlukan mental dan jiwa yang kuat dalam berusaha.

Selama berbincang dengan para pelaku UKM, ada beberapa hal yang perlu ditinjau:

  • Perbedaan harga yang signifikan, bisa jadi ini akibat mahalnya harga stand dan juga sepinya pembeli
  • Kurang memanfaatkan media sosial seperti instagram dan juga website, untuk menjangkau pembeli dari luar Bali
  • Kurangnya pemanfaatan mesin debit untuk transaksi yang bernilai ratusan sampai jutaan rupiah. Walaupun ada stand bank BRI dan BBD untuk mengambil uang, tapi rasanya kurang efektif, karena tidak bisa langsung membayar dengan kartu debit di stand UKM.
  • Pameran di luar Bali, baru mengikuti Surabaya dan Jakarta. Ada yang sudah pameran keluar negeri, tapi sangat sedikit.
  • Dan sebagainya

Solusi Permasalahan UKM

  • Koperasi Simpan Pinjam sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). 
Biasanya pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya terbentur dengan modal. Apalagi untuk promosi di media sosial seperti instagram, memang membutuhkan modal bila mau profesional, seperti menggunakan fotografer handal untuk foto produk, dan juga jaringan internet yang lancar. 

Oleh karena itu, Koperasi Simpan Pinjam sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), bisa menjadi solusi. Apalagi para pelaku UKM, masih takut mengajukan KUR, karena takut tidak bisa membayar. Dengan Koperasi Simpan Pinjam, diharapkan pelaku UKM anggota Koperasi, lebih merasa nyaman dan percaya diri dalam mengajukan KUR.

  • Sosialisasi PLUT KUKM(Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Kecil Menengah) dan akan dibangunnya Gedung PLUT di Jembrana
Sebagai pelaku UKM, kadang kita bingung mau konsultasi kemana. Apalagi permasalahan melanda UKM tanpa terduga, sehingga diperlukan tempat konsultasi yang mudah dijangkau. Dengan PLUT KUKM, dapat membantu dinas terkait, dalam mendampingi KUKM.  

Selain itu akan dibangunnya gedung PLUT di Jembrana, diharapkan bisa menjadi pusat informasi, promosi produk UKM, unggulan daerah. 






Dukung Asian Games 2018 Yuk!

Wah Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18. Kita bisa dukung Asian Games biar berjalan semakin lancar dan sukses. Sekalian juga jangan lupa kita promosikan budaya, kerajinan dan kuliner Indonesia, ke para suporter dan atlet Asian Games dari negera peserta. Supaya Indonesia semakin dikenal terutama di negara-negara Asia. 

Tidak terasa ya, sebentar lagi Asian Games 2018 akan dimulai di Jakarta-Palembang, di sepanjang jalan jakarta sih sudah banyak spanduk dan baliho menyambut Asian Games 2018. Sebagai rakyat Indonesia, khususnya warga Jakarta, event ini sangat membanggakan, karena Indonesia dianggap pantas sebagai tuan rumah menyelenggarakan Asian Games. Apalagi ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada tahun 1962, dimana saat itu yang berpartisipasi baru 17 negara di Asia.



Asian Para Games, Pertandingan Para Inspirasi

Nah, selain Asian Games pada bulan Agustus 2018 nanti, juga akan diadakan Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung pada 6-13 Oktober mendatang. Kemarin saya dan keluarga menonton diadakan test event yang bertajuk Indonesia Para Games Invitational Tournament, yang diadakan pada 27 Juni sampai 3 Juli di kompleks olahraga Gelora BUng Karno, Senayan, Jakarta.



Bagi yang baru mendengar, pasti masih bingung ya! Asian Para Games ini pertandingan untuk para disabilitas. Kebetulan saya dan keluarga menghadiri pertandingan badminton. Sayang agak jauh dari tempat pertandingan, jadi tidak mendengar nama atletnya. Tapi saya melihat para atlet yang  memang (-maaf) cacat di tangannya dan kakinya. Namun semangat mereka untuk bertanding bisa diacungkan jempol, sangat semangat.

Pada saat istirahat kami disajikan pertunjukan tari Jaipong dan juga tari ala anak muda, yang penuh dengan semangat. Kerasa banget nasionalisme di sini, menyaksikan pertunjukan seni yang membuat para atlet Para Games Indonesia menjadi semangat, dan juga para penonton.



Kilas Balik Asian Games

Sebenarnya buat apa sih diadakannya Asian Games? Asian Games ini sebenarnya bukan pertandingan olahraga biasa lho, ini diadakan setelah Perang Dunia II berakhir, dan beberapa negara di Asia memperoleh kemerdekaan, termasuk Indonesia tentunya. Nah, supaya terjalin hubungan erat antar negara Asia, maka dibuatlah Asian Games, yang dicetuskan oleh Guru Dutt Sondhi, beliau merupakan perwakilan India dalam Olimpiade London tahun 1948. 

Jadi bukan untuk melihat negara mana yang paling unggul olahraganya, Asian Games lebih diperuntukkan untuk persahabatan, dengan 45 negara yang ada di Asia. Jadi seperti petikan kalimat Via Vallen dalam lagu Theme Song Asian Games 2018 'Meraih Bintang', "Kalau menang berprestasi, Kalau kalah jangan frustasi, Kalah menang solidaritas, Kita galang sportifitas."

Indonesia mempunyai banyak legenda lho di Asian Games, dari dunia Badminton seperti Lim Swie King pada Asia Games Bangkok 1978. Untuk saat ini prestasi Asian Games Indonesia terbaik pada Asian Games 2014, di Korea Selatan. Saat itu Indonesia memperoleh 4emas, 5 perak dan 11 perunggu. Peringkat yang didapat Indonesia juga peringkat 17 dari 45 negara. Kalau sekarang sih, dengar-dengar diprediksi peringkat 10 akan diraih Indonesia menurut Erick Tohir, Ketua Indonesia Asian games 2018 Organizing  Comittee. Amin, semoga bisa ya. 

Olahraga Yang Dipertandingkan

Trus olahraga apa saja sih yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 ini? Ternyata ada 40 olahraga, termasuk di dalamnya 10 olahraga baru yang akan dipertandingkan, yaitu :

  1. Rollersport, cabang olahraga yang terdiri dari skateboarding dan roller skate
  2. Bridge, mirip catur tapi harus dimainkan berpasangan dan menggunakan remi
  3. Basket 3x3, total pemain hanya 6 orang
  4. Jet Ski, jet ski sudah familiar di water sport
  5. Pencak Silat, sangat ditunggu oleh Indonesia, karena olahraga asli Indonesia
  6. Jiu Jitsu, seperti gulat
  7. Sambo, perpaduan macam gaya bela diri yang ada di dunia
  8. Kurash, gerakan menyerang dan membanting untuk menjatuhkan lawan
  9. Paralayang, dengan parasut dan turun pada satu titik
  10. Panjat Tebing, memanjat tebing sehingga sampai puncak
Gimana? Keren-keren kan pertandingan olahraga baru di Asian Games 2018? Yuk, nonton pertandingannya. Buktikan kalau kita mendukung Asian Games, terutama para atlet Indonesia agar menang dalam pertandingan. Lalu gimana cara beli tiketnya? Gampang, bisa beli secara online tiketnya, dimana Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mengatakan ada 2 jenis tiket, yaitu untuk penonton internasional dan untuk penonton domestik. Dan untuk setiap cabang-cabang olahraga, tiketnya akan bervariatif harganya. Siap-siap untuk olahraga favorit, harganya akan lebih mahal dibandingkan olahraga yang kurang diminati. 

Taekwondo Olahraga Beladiri Populer di Indonesia

Dulu sewaktu SMP sampai SMU saya mengikuti bela diri Taekwondo setelah pulang sekolah dan setiap weekend. Taekwondo ini sangat bagus menurut saya karena menggunakan kombinasi kaki dan tangan dalam melakukan bela diri. Ditambah lagi badan menjadi lentur dan lebih fit, karena saat melakukan peregangan sebelum melakukan Taekwondo, kita diminta untuk melakukan gerakan split, yaitu kedua kaki di dilebarkan dan sejajar menempel di lantai. 

Sayang saya hanya sampai sabuk kuning plus, belum sampai sabuk hijau. Walaupun begitu, saya merasa beruntung mengenal salah satu beladiri ini, karena memang sebagai salah satu sarana olahraga saat muda. Ditambah lagi saat itu saya penggemar film-film beladiri China dengan aktor favorit Jet Lee, jadinya saya termotivasi mengikuti Taekowondo salah satunya karena kagum dengan kepiawaian Jet Lee, saat berkelahi dengan musuh-musuhnya. 

Dan saya dengar-dengar, pada 15 Maret 2018 lalu, sembilan atlet taekwondo Indonesia sudah berlatih di Korea Selatan untuk training camp. Keren ya. Katanya sih karena memang Korea Selatan bagus di dunia Taekwondo, padahal nggak kebayang ya, muka putih dan halus begitu, malah jago Taekwondo, hehe.. Tapi bagus deh, biar para atlet Taekwondo Indonesia, lebih siap menghadapi Asian Games 2018 nanti. 

Anak perempuan saya, lebih menyukai olahraga Panahan dibandingkan bela diri. Mungkin karena saat bersekolah di TKIT dulu, diajarkan panahan. Sehingga pada Asian Games ini, kemungkinan selain menonton Taekwondo, kami sekeluarga juga akan menonton panahan, atas permintaan si kakak. Kalau ayahnya pastinya mau nonton pertandingan bola, karena memang doi sangat suka bola. 

Jadi sepertinya harus mempersiapkan uang dari sekarang, kalau ingin menonton pertandingan Asian Games 2018 sekeluarga. Kenapa harus nonton? Ya, karena sebagai tuan rumah kita harus turut mendukung dan menyukseskan Asian Games 2018 dong! Kalau kamu gimana?