Books

Food Culinary

Otomotif

Recent Posts

Wujudkan Keluarga Berkualitas Dengan Cinta Terencana

Bang Toyib, bang Toyib, kenapa tak pulang-pulang? Anakmu, anakmu selalu manggil namamu, bang Toyib, bang Toyib. Ada yang pernah dengar sepenggal lagu itu? Pasti udah pada tahu, kalau bang Toyib itu sebutan buat suami yang nggak pernah pulang. Memangnya sejak kapan ya, muncul sebutan bang Toyib?



Di lingkungan rumah saya, yang di belakang pasar induk sayur dan buah-buahan. Masyarakatnya banyak pendatang dari daerah, terutama pulau Jawa. Mereka pun berprinsip untuk hidup hemat di perantauan, dengan menyewa kontrakan sempit, asal bisa membangun rumah di kampung. Bahkan banyak juga yang menitipkan anak-anaknya di kampung untuk sekolah. Sedangkan para orangtua bekerja di pasar.

Selain itu entah tekanan pekerjaan di pasar yang sangat menyita waktu dan tenaga, atau godaan perempuan lain yang sangat kuat. Banyak fenomena bang Toyib terjadi di sini, nikah-cerai, nikah lagi, dan seterusnya. Sehingga banyak anak yang dibilang punya ayah, tapi ayahnya tidak tanggung jawab. Sudah pergi entah kemana atau menikah lagi dengan perempuan lain.

Apa Arti Sebuah Keluarga ?

Ketidakseimbangan dalam keluarga yang saya lihat, kadang membuat keluarga itu berantakan dan hancur perlahan. Isu strategis tentang perceraian, dan anak bermasalah, biasanya melanda keluarga-keluarga yang tidak berjalan sesuai fungsinya. 

Dikatakan oleh psikolog ibu Roslina Verauli, M.Psi, dalam pertemuan dengan Blogger Plus Community, pada keluarga itu terdiri dari bapak, ibu dan anak yang berada dalam satu atap. Bila hanya laki-laki dan perempuan, itu namanya couple atau pasangan. Dalam keluarga ada interaksi antar sesama anggota keluarga, dan juga peran serta tugas para ayah dan ibu, dalam melakukan fungsi keluarga.



Keluarga yang interaksinya terjadi dengan buruk dan para orang tua tidak menjalankan tugas dan perannya secara baik, maka akan berdampak pada buruknya kelangsungan keluarga. Memang berkeluarga tidak semudah yang dibayangkan seperti sebelum menikah. Berkeluarga membutuhkan bekal pengetahuan dan ketrampilan, agar keluarga bisa bahagia.

Sedangkan menurut ibu Eka Sulistia Ediningsih, Direktur Bina Ketahanan Remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Museum Penerangan TMII, tgl 15 Mei 2018, pernikahan ideal bagi perempuan umur 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Dengan begitu, akan lebih mudah membangun keluarga berkualitas, karena memang sudah siap menikah.



Pentingnya Cinta Terencana

Memang sih cinta diperlukan oleh laki-laki dan perempuan, untuk menikah. Tapi dalam membentuk keluarga, cinta yang diperlukan cinta terencana, bukan cinta sesaat atau cinta satu malam. Waduh serem. Intinya sih, menikah bukan karena cinta buta, dan main nikah aja, tanpa tahu pernikahannya akan seperti apa.

Saya pun dulu begitu, pernah berjanji akan menikah dengan seseorang, tapi tidak memperhatikan sifatnya yang temperamental. Alhamdulillah akhirnya malah menikah sama suami dan langgeng sampai sekarang. Karena tujuan menikah kan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warrohmah. Kalau menikah dengan sembarang laki-laki yang tidak siap menikah, bisa membuat keluarga nanti berjalan dengan buruk, malah bisa berakibat perceraian. 

Dampak Keluarga Berkualitas Buruk Pada Masyarakat Dan Negara

Lalu kenapa BKKBN mencanangkan Cinta Terencana dalam menyambut Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni mendatang? Karena memang keluarga, sebagai satu kesatuan masyarakat terkecil pasti ada dampaknya bagi masyarakat. Seperti di lingkungan rumah saya, anak-anak yang ayahnya bang Toyib, dulu jarang yang bisa melanjutkan pendidikan.



Alhamdulillah setelah ada Kartu Jakarta Pintar, anak-anak seperti ini masih bisa melanjutkan pendidikan. Tapi bagaimana dengan kasih sayang ayah dan kontrol keluarga? Dimana ibunya menjalan dua peran ganda, sebagai ibu sekaligus keluarga. Bila iman anak-anak itu tidak kuat, ancaman narkoba dan pergaulan bebas terbayang di depan mata. 

Apalagi bila ayah dan ibunya malah tidak bisa menjadi orang tua teladan. Dimana pernah ada kasus ternyata kedua orang tuanya yang dosen, mengkonsumsi narkoba, sehingga anak-anaknya terlantar. Tidak mendapatkan makan yang cukup, serta rumah yang kotor, dan tidak layak dihuni oleh anak-anak.

Atau kasus dimana para orangtuanya mempunyai gaya hidup yang tinggi, tapi pendapatan tidak memadai. Lalu orang tua meminjam uang ke Bank atau menggesek kartu kredit untuk belanja. Tidak sanggup menyicil hutang, dan selalu membuat hutang baru, membuat mereka dikejar-kejar debt collector. Anak-anak pun hidup dalam ketakutan, sehingga kondisi psikologis mereka terganggu.

Kalau sudah begini, pastinya masa depan anak-anaknya akan suram. Dan mereka tidak bisa menjadi generasi penerus bangsa yang cemerlang. Malah akan membuat negara ini terpuruk, bila berprilaku tidak sehat dan menjadi sampah masyarakat.

Keluarga Berkualitas Merupakan Keluarga Ideal

Dengan cinta terencana sebelum menikah, akan terbangun keluarga berkualitas yang bercirikan sejahtera, sehat, mandiri, dan juga jumlah anak ideal. Keluarga berkualitas tidak selalu kaya raya dalam materi, tapi lebih ke ketentraman lahir batin dan menghasilkan generasi millenial yang berkualitas juga.

Selain itu keluarga yang melaksanakan fungsi keluarga secara optimal,  mempunyai ketahanan fisik ekonomi, sosial dan psikologis. Sehingga mewujudkan keluarga berkualitas, dimana para anggota keluarganya juga merupakan SDM yang berkualitas.

Saya jadi mengkoreksi diri, apakah keluarga saya sudah berkualitas atau belum? Selagi masih ada waktu untuk membenahi keluarga kita. Yuk, kita jadikan keluarga kita berkualitas, agar program BKKBN tidak menjadi wacana semata.



Bakso Bonanza, Memenuhi Asupan Daging Si Buah Hati

Kalau lagi stress, pengen makan bakso. Kalau lidah terasa pahit, pengen makan bakso. Kalau anak-anak lagi mogok makan, pada minta dimasakin bakso. Bakso, bakso dan bakso terus. Nggak ada habisnya. Tapi sayangnya banyak berita miring tentang bakso yang dijual di pasar. Bagusnya sih bikin bakso sendiri, tapi malah keluarga kurang suka. Padahal bakso daging sapi asli, buatan saya lebih higienis dibandingkan bakso di pasar.

Kekhawatiran Dalam Semangkuk Bakso

Dulu saat saya masih kecil, makan bakso itu merupakan sebuah kemewahan. Karena semangkuk bakso, harganya sangat mahal, dan uang jajan saya tidak cukup untuk membeli bakso. Sekarang setelah dewasa, harga bakso tidak semahal dulu. Apalagi saya mempunyai masukan dari menulis, di luar uang belanja jatah bulanan dari suami.

Sayangnya bakso yang banyak dijual, terasa sangat kenyal, banyak MSG, dan terasa tepungnya. Saya pernah sih membuat bakso sendiri beberapa kali, dengan membeli daging giling di Supermarket, tapi pastinya bentuk baksonya berantakan, dan tidak terlalu disukai di keluarga, karena MSG-nya kurang.


Bakso Sebagai Kuliner Indonesia


Kalau sudah begini saya suka bingung mau beli bakso di luar atau bikin sendiri. Dilema banget, di satu sisi suka bakso, tapi sisi lain mau beli tapi ketakutan. Apalagi sebagai kuliner Indonesia, yang sudah pasti banyak banget penggemarnya.

Sudah pada tahu kan? Bakso berasal dari Cina, yang kemudian akrab di lidah orang Indonesia. Dan dalam perkembangannya dibuat berbagai banyak jenis bakso dan olahan masakan bakso, seperti bakso beranak yang sangat fenomenal.

Pasti deh, sudah pada tahu, banyak sekali varian masakan berbahan dasar bakso, yang dijual dimana-mana.  Dan pastinya warung bakso selalu laris manis, dikunjungi pembeli. Mau tahu apa aja jenis varian masakannya? Ini contohnya: 
  • Bakso urat
  • Bakso tenis
  • Bakso gepeng
  • Bakso malang
  • Bakso Solo
  • Bakso Kerikil
  • Bakso Balungan
  • Bakso Unyil
  • Bakso Tahu Goreng
  • Bakso beranak

Bahaya Yang Mengintai Pada Bakso


Sebagai seorang ibu yang ingin selalu menjaga kesehatan keluarga, pasti deh sudah pernah mendengar, bahaya kesehatan yang mengintai bila mengkonsumsi bakso yang dibeli di luar. Selain masalah higienis, ini beberapa kekhawatiran saya, dalam membeli bakso, yaitu:

  • Formalin
  • Borax atau bleng
  • Terbuat dari daging tikus, ular atau kucing
  • MSG
  • Bakso yang dijual di temperatur ruang rawan tercemar bakteri, seperti bakteri salmonela, penyebab tyhpus, dan bakteri penyebab diare.
Untuk penjelasan terakhir, saya baru tahu, ternyata kenapa saya suka kena typhus setelah makan bakso, itu karena baksonya tercemar bakteri salmonela. Jadi sebaiknya bakso itu berada dalam keadaan beku sebelum dimasak. Tapi ini pastinya dihindari penjual bakso, karena kalau bakso selalu dalam keadaan beku, baksonya akan terasa seperti tepung. Karena tepung akan kering, keluar airnya bila bakso dalam keadaan beku.

Bonanza, Bakso Daging Sapi Asli


Lalu bagaimana caranya mendapatkan bakso daging sapi asli, yang sehat dan higienis ya? Pastinya dengan membuat sendiri di rumah. Tapi kadang sebagai ibu yang menyambil freelance, saya suka tidak sempat membuat bakso. Pengennya membeli aja biar praktis. Tapi beli bakso merek apa, yang terjamin kualitasnya?

Dengan mengikuti launching acara peluncuran bakso Bonanza pada tanggal 9 Mei 2018,  hari Rabu di Kolega x Markplus.  Saya jadi tahu ada bakso yang terbuat dari daging asli, yaitu bakso Bonanza. Komposisi daging sapi asli sebanyak 84 persen, selebihnya tepung dan bahan lain.



Rasanya, enak banget. sumpah. Saya sudah mencoba membuat sayur wortel dengan menggunakan bakso Bonanza tanpa penyedap dan rasanya enak, ternyata kaldu dari bakso Bonanza keluar ke air sayur. Dan pastinya anak-anak saya suka banget, lahap makan baksonya plus wortel.

Pentingnya Asupan Daging Sapi Setiap Hari

Sebagai orang Sumatra, sebenarnya keluarga saya dulu dominan masak daging, seperti rendang. Tapi sehubungan dengan bertambahnya usia, pola makan saya pun berubah, yang kemudian mempengaruhi menu masakan setiap hari di rumah. Saya jadi malas masak daging, dan lebih banyak masak makanan nusantara. Dan akhirnya berimbas ke anak saya, yang malas makan daging, dengan alasan suka nyelip di gigi.

Padahal anak-anak saya butuh asupan daging untuk tumbuh kembangnya, dan juga yang paling penting nutrisi untuk perkembangan otaknya. Menurut ibu  Emilia E. Achmadi, selaku Ahli Gizi, yang menjelaskan saat ini kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih tinggi. Sebab berdasarkan keterangan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito, pada tahun 2017, konsumsi daging sapi Indonesia masih cukup rendah yakni 2,9 kg/kapita/tahun.

Ternyata menghindari konsumsi daging itu tidak baik juga ya. Karena ternyata daging sapi memiliki kandungan baik dan penting untuk menjaga metabolisme dalam sel tubuh, sebagai salah satu sumber protein yang merupakan komoditas bernilai tinggi.

Sekilas Tentang Perusahaan Great Giants Foods

Menariknya Great Giants Foods, satu grup dibawah naungan GUNUNG SEWU,  yang juga memproduksi susu Hometown ini. Dimana GUNUNG SEWU, ingin menjual daging sapi, dalam bentuk lain, selain daging sapi beku, yang sudah terlebih dahulu dijual di Supermarket.

Sehingga daging sapi, yang digunakan dalam Bonanza Beef Bakso, berasal dari peternakan sendiri. Saya yakin pastinya daging sapi tersebut terjamin kualitasnya.  Ternyata benar daging sapi ini dirawat dengan menerapkan: 
  1. Good Farming Practise
  2. Food Safety
  3. Good Manufacturing Practice
Menurut Ibu Dayu Ariasintawati, Managing Director PT. Great Giant Livestock, 
"Kami ingin memberikan konsumen alternatif bakso, makanan yang mudah untuk dimasak sendiri dan disajikan secara segar dari bakso murni daging sapi, tanpa tambahan-tambahan zat pengawet, karena masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pilihan makanan yang baik dan berkualitas."


Harga Dan Supermarket Yang Menjual Bonanza

Jadi yakin kan dengan bakso Bonanza? Buat dapatin bakso Bonanza ini gampang banget lho, kita bisa beli di beberapa supermarket seperti Superindo, Farmers Market, Papaya, Lulu dan lain-lain. Buat harganya untuk ukuran 500 gram, berisi kurang lebih 30 bakso, dengan harga 85 ribu. 

Dan yang paling penting bakso ini halal karena sudah dalam sertifikat MUI dan dijamin kesehatannya dengan nomor BPOM. Sehingga anak-anak serta anggota keluarga lain, bisa terpenuhi asupan daging sapi dengan enak, sehat, aman dan halal. 










Lamikro, Aplikasi Untuk Laporan Keuangan Sederhana Pelaku Usaha Mikro

Memang menjadi pengusaha UMKM itu paling susah kalau membuat keuangan. Walaupun laporan sederhana sekalipun. Karena itu kalau mengajukan pinjaman ke Bank, pastinya bingung, keuangan yang baik  dan kredibel itu seperti apa. 



Saya pernah bersama teman-teman kursus tata boga, berbisnis katering makan siang untuk anak sekolah SDIT di Depok. Kami ada berlima sama satu asisten masak. Walau setiap orang sudah mempunyai job description masing-masing, tetap saja waktu habis karena ribet di penyediaan bahan masakan,  pengolahan dan penyajian makanan. Boro-boro melakukan laporan keuangan yang baik, pencatatan kwitansi-kwitansi pengeluaran aja tidak terlaksana dengan baik. Padahal saya sarjana ekonomi lho, malah laporan keuangan bisnis saya, sangat jelek, sedih.

Kami tetap berjalan tanpa pinjaman modal,  karena memang pasti ribet pengajuannya, belum lagi kalau diminta laporan keuangan, sudah pasti tidak ada. Sayangnya saat itu pergantian minyak tanah ke gas, dan tiba-tiba harga gas melonjak dengan sangat tinggi, yang juga berimbas ke harga-harga bahan pokok. Sedangkan di sisi lain, harga catering tidak bisa dinaikkan. Untuk mengajukan pinjaman ke Bank kami merasa tidak percaya diri, Sehingga dengan berat hati kami memutuskan untuk menghentikan bisnis.

Aplikasi Lamikro Untuk Laporan Keuangan UKM

Karena itu memang diperlukan laporan keuangan yang terperinci dan sangat bagus. Dan yang pastinya bisa untuk diajukan ke Bank, karena kredibel, saat membutuhkan pinjaman. Sehingga Bank percaya, dan dapat memberikan pinjaman dengan tepat dan sesuai kebutuhan UKM.

Nah karena itu, pada saat menghadiri launching aplikasi Lamikro di Gedung Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah, pada hari Rabu, tanggal 9 Mei 2018, saya baru tahu Kementerian Koperasi UKM meluncurkan aplikasi Lamikro yang katanya bisa mempermudah pelaku KUM dalam pembukuan keuangan usahanya.

(Pembawa Acara Dan Narasumber)


Gimana cara dapatinnya? Gampang unduh aja di Playstore dan website Lamikro. Lamikro ini dapat dipakai kapan aja, asalkan online ya, tidak bisa offline. Kenapa begitu? karena memang aplikasinya terlalu berat kalau offline.


Pasti deh pada nanya ke saya, memang apa sih manfaatnya? Menurut pelaku usaha Nala, dengan ada aplikasi Lamikro ini dia bisa tidur nyenyak setiap malam. Soalnya dulu dia selalu cemas dan meributkan tentang ketersediaan barang, dan penjualan setiap harinya. Adanya Lamikro ini juga membuat para karyawan tahu berapa banyak penjualan dan keuntungan perusahaan. Sehingga karyawan tidak merasa dibohongi bila minta bonus, dan pengusaha bilang merugi terus penjualannya.


Lalu apa aja sih fitur yang ada di Lamikro? Karena kalau hanya sekedar laporan pemasukan dan pengeluaran setiap hari, pasti mudah dilakukan. Tapi bagaimana membuat pencatatan keuangan dasar itu yang agak berat bagi para pelaku usaha mikro. Nah, dengan Lamikro ini, para pelaku usaha mikro tidak usah capek-capek mengerjakan akuntansi dasar, seperti yang saya pelajari dulu sewaktu kuliah.

Karena dengan Lamikro, semua fiturnya dapat digunakan dengan mudah, dan aktivitas keuangan dapat dimonitor, seperti pencatatan akuntansi dasar.  Sehingga pelaku usaha mikro, dapat dengan cepat mengetahui sehat atau tidak sehatnya keuangan perusahaan. Bagi yang pernah menjalani bisnis ini sangat penting, jangan sampai seperti bisnis catering saya yang langsung babak belur, karena kenaikan harga serentak. 




Kendala Menggunakan Aplikasi Lamikro

Saya tertarik untuk mencoba aplikasi Lamikro, apalagi memang diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil. Pas banget nih, siapa tahu nanti punya usaha. Alhamdulillah download di Playstore lancar, dan memorynya cuma beberapa KB, tidak seperti aplikasi lain, yang sampai MB. Tapi sayangnya saya tidak bisa masuk ke aplikasi Lamikro karena ada 2 kolom yang tidak bisa saya isi, yaitu :

  • No. NPWP
  • No. UMKM
Untuk NPWP, memang saya tidak membuatnya, karena masih bisa nebeng NPWP suami. Dan alhamdulillah, selama beberapa kali mendapatkan job blogger, bisa menggunakan NPWP suami. Sedangkan untuk nomor UMKM, berhubung saya belum punya usaha, jadi saya tidak mendaftarkan.

Kalau dari sisi pelaku usaha menurut Bapak Anang, adanya pencantuman NPWP, sebenarnya menimbulkan ketakutan sendiri di kalangan para pelaku usaha mikro, karena takut dimintai pajak.

Benar juga menurut saya, pastinya para pelaku usaha takut pajak. Apalagi kalau usahanya masih tersendat-sendat. Menurut Ibu Tia Adityasih, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia. Kalau dari sisi penarikan pajak, pastinya ada minimum besarnya omzet yang dikenai pajak, jadi kalau standar keuntungannya masih di bawah omzet, tidak usah khawatir. Sudah lagi adanya Lamikro, sebenarnya mempermudah pelaku usaha dalam membuat laporan keuangan sederhana. Sehingga bisa mengetahui kapan membutuhkan pinjaman dan seberapa besar pinjaman yang dibutuhkan.


Saya yang tergabung dalam grup pelaku usaha Dhuafa, sebenarnya agak ragu dengan nomor UMKM yang ada, saat harus mendaftar di aplikasi ini. Karena berdasarkan pengalaman saya, sewaktu mengajari cara membuat Instagram untuk promosi produk mereka, jarang yang menanggapi. Apalagi kalau diminta mengurus No. UMKM, memangnya pada mau?

Untungnya Bapak Anang, Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kemenkop & UKM, mengatakan No. UMKM bisa diganti dengan No. SiUP atau No. BPOM. Dan nanti akan ada sosialisasi langsung ke para pelaku usaha, tentang memanfaatkan aplikasi Lamikro.

Keamanan Dan Penanganan Bila Terjadi Masalah


Lalu gimana dengan keamanan dari Lamikro ini? Jangan sampai nanti pada bisa melihat laporan keuangan dan bocor kemana-mana. Pastinya para pelaku usaha mikro takut kalau hal ini terjadi. Ternyata menurut Bapak Anang, keamanan Lamikro terjamin dan tidak usah khawatir.

Sedangkan bila ternyata saat mengisi Lamikro, lalu ada kendala seperti error. Maka para pelaku usaha mikro bisa lho, langsung kontak Lamikro. Jadi tidak usah khawatir ya, pastinya aman menggunakan Lamikro.


Yuk download Lamikro, supaya usaha kita mempunyai laporan keuangan yang baik dan kredibel.