Transera Waterpark Bekasi, Tempat Rekreasi Keluarga Yang Keren

Bulan April-Mei 2017, ada sekitar 3 minggu yang long weekend. Banyak yang memanfaatkan long weekend untuk rekreasi keluarga. Begitu pun saya, walaupun hanya rekreasi satu hari di Transera Waterpark Bekasi, Kota Harapan Indah, pada hari Sabtu, 29 April 2017, tapi terasa sangat berkesan.   

Saya janjian dengan teman-teman, rekreasi keluarga di Transera Waterpark Bekasi pada pkl. 10.00 WIB. Sayang suami malas ikutan, karena jauh, dan memilih di rumah momong Raif (1,5 thn), anak kedua. Saya lalu mengajak Erin (4 thn), anak saya dan Sari (9 thn) anak tetangga, buat teman Erin main air. 


Dari rumah berangkat pkl. 09.30 WIB, saya memprediksikan sampai di KFC Kota Harapan Indah, tempat saya dan teman-teman janjian cuma 1 jam, karena rumah saya di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, jadi bisa lewat tol Bekasi Barat. Tapi karena driver car online bilang tol macet sekali. Kami lalu lewat Pinang Ranti menuju Transera Waterpark Bekasi. Alhasil, saya sampai di KFC, pkl. 11.00 WIB telat 1 jam dari perjanjian dan sudah ditinggal. Saya meminta ke drivernya untuk mengantarkan ke Transera langsung. Mau nunggu shuttle bus Transera malas, karena hari sudah mulai siang dan udara panas.

Sampai di Transera, saya sebenarnya sudah nggak tahan mau nyebur, airnya kelihatan seger banget, bisa menghilangkan rasa gerah dan bete kelamaan di mobil. Tapi berhubung sudah pkl 11.15 WIB, sebentar lagi azan zuhur, saya memilih berenang setelah solat zuhur, supaya tidak telat solatnya. Kalau Erin dan Sari sudah duluan main air di kolam Turkana Pool, khusus anak tinggi 30-50 cm, yang mempunyai banyak ornamen menarik untuk anak-anak. 

Alhamdulillah, Transera menyediakan fasilitas mushola lengkap dengan perlengkapan sholat, seperti sarung dan mukena. Bagi kita yang muslim, sangat penting ada mushola di tempat rekreasi sehingga merasa tenang, bisa melaksanakan solat 5 waktu dengan mudah.

Berhubung repot membawa 2 tas besar, berisi baju ganti dan perlengkapan mandi. Saya kemudian ke loker buat menitipkan tas. Ternyata pengunjung harus deposit dulu untuk melakukan transaksi di transera. Uang jaminan 20 ribu untuk sewa gelang Smart Card, ditambah deposit untuk melakukan transaksi di Transera. Menurut saya, lebih baik deposit uangnya yang banyak, daripada mau melakukan transaksi tapi uang habis, nggak asyik banget. Lalu kalau ada sisa deposit yang tidak terpakai bagaimana? Jangan khawatir, uang sewa gelang dan sisa deposit, akan dikembalikan setelah kita menukarkan gelang Smart Card saat pulang.


Setelah melakukan berbagai transaksi, dan kita lupa berapa banyak deposit yang tersisa, kita bisa menggunakan mesin pengecek saldo yang tersebar di beberapa tempat. Gampang kan?


Dengan menggunakan gelang Smart Card, saya membeli koin loker seharga 10 ribu dari deposit gelang, yang gunanya untuk mengunci. Saran saya, sebaiknya kita memasukkan semua barang ke dalam loker, sehingga tidak perlu membukanya lagi sampai selesai berenang. Bila terpaksa harus membuka loker untuk mengambil barang, kita harus membeli lagi koin, untuk mengunci loker. Kalau tidak membeli koin, loker tidak bisa dikunci.

Menunggu waktu zuhur tiba, saya mengelilingi Transera. Sayang, jauh-jauh main ke Transera tapi tidak eksplore tempat. Saya melihat gazebo yang disewakan untuk pengunjung. Lumayan nih kalau bawa keluarga besar, tapi nggak mau kepanasan, lebih baik sewa gazebo. Ada taman yang isinya boneka, sayang karena bahannya plastik, ada beberapa bagian yang rusak ketiup angin. Tapi tetap indah dilihat sih, karena penataannya yang artistik. Denger-denger patung-patung ini sebenarnya lampion, yang akan dinyalakan pada malam hari. Wow..


Setelah solat zuhur, saya menyebur ke kolam Turkana Pool, menyusul Erin dan Sari.  Wuihh.., airnya beneran seger, nggak ada bau kaporit dan adem. Biasanya kolam renang itu dingin dan bau kaporit, kalau berenang mata menjadi merah. Pantas di Transera tidak ada pengunjung yang memakai kacamata berenang dan santai berendam lama-lama di air. Recomended banget buat yang mau mengajarkan bayi dan balitanya berenang.

Erin yang doyan difoto, sempat selfie dulu. Erin takjub melihat perahu sama onta, dan minta difotoin. Selain itu Erin juga minta foto di area permainan di kolam renang seperti ular dan semprotan air. Sari juga ikutan difoto buat kenang-kenagan. Sayang Erin diminta foto dekat ember air nggak berani, takut ketimpaan air katanya.


Setelah puas di kolam Turkana Pool, saya mengajak Erin dan Sari, menjelajah kolam renang lainnya. Awalnya Sari mau mencoba Cango Slide, perosotan yang tinggi dan berbelok-belok menggunakan ban, tapi Erin takut ketinggian, Sari akhirnya tidak jadi mencoba. Akhirnya Sari meluncur di Mosi Oa Tunya, dengan 4 perosotan sejajar menggunakan papan. Untuk Golwe Pool, kolam arus, saya juga tidak mencoba, karena Erin pasti takut. Sayangnya tidak ada sewa ban untuk balita, sehingga saya harus menggendong Erin saat bermain di kolam yang dalam.


Untuk makanan banyak banget yang jualan, asyiknya tinggal ngurangin deposit di gelang Smart Card, simpel dan praktis. Banyak pilihannya, jangan takut kelaparan dan kehausan. Mau apa aja ada. Asyiknya lagi, disediain tempat buat makan. Pas banget nih, buat yang lapar dan haus. Syukurlah, Transera menyediakan banyak stand makanan, karena memang pengunjung tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Ada pemeriksaan oleh petugas saat mau masuk Transera.


Saya masih mau berkeliling lagi, mencari kolam lain, tapi karena  lantai Transera terasa panas diinjak dengan telapak kaki telanjang alias nyeker, kasihan Erin dan Sari kepanasan telapak kakinya, saya akhirnya mengajak Erin dan Sari kembali ke kolam Turkana Pool.

Sebenarnya Erin dan Sari masih betah main air, tapi karena Erin setelah makan siang mau pup, akhirnya pkl. 13.30 WIB, Erin sekalian saya mandiin biar bersih. Sari pun menyusul. Sayang setelah bersih, mereka sudah mengantuk karena kelelahan. Padahal saya mau mengajak mereka untuk main wahana yang lain, tidak jadi deh! 

Tidak usah khawatir kalau anaknya takut main air, seperti teman PAUD Erin, ada yang masih takut berenang. Di Transera kita bisa menikmati wahana permainan yang lain, sekalian pelan-pelan memperkenalkan dunia air ke mereka. Uniknya ada cafe di dalam kolam lho, jadi pengunjung bisa makan dan minum di kolam, tidak usah naik ke atas untuk makan dan minum. Gimana cara belinya? Pakai Smart Card dong, tinggal dikurangi saldonya. Sayang tidak sempat foto cafenya karena Erin kebelet pipis.

Oya, selain itu ada panggung besar, yang bisa digunakan untuk acara-acara lain seperti family gathering perusahaan, konser musik, dan lain-lain. Ada toko souvenir juga, bila mau membeli kaus atau pernak-pernik Transera. Selain itu ada Bom-bom Car, yang harganya 15 rb per orang. Badut yang lalu lalang, dan bisa minta foto bareng. Area Obus untuk belajar tertib lalu lintas, dan lain-lain.


Puas banget rekreasi di Transera Bekasi, nggak nyangka bisa ketemu sama waterpark selengkap ini. Tapi saya sih masih kurang setuju sama sistim koin loker untuk mengunci. Kalau ada barang yang kelupaan, masak saya beli koin terus untuk mengunci loker? Nah, saya sempat nih memfoto spanduk untuk pengaduan. Siapa tahu sistim koin loker bisa diganti dengan sistim lain yang lebih hemat, ngarep.com.


Berhubung takut terkena macet lagi, saya memutuskan pulang bareng teman-teman menaiki kereta api, tut...tut... Kami bersama-sama naik car online, turun di stasiun Kranji, Bekasi ke jurusan Jakarta. Kami lalu transit di Manggarai dan naik kereta sampai di stasiun Pasar Minggu. Lalu naik ojek sampai di rumah. Bebas macet dan cepat sampai di rumah. 

Saran saya kalau tidak menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta, memang lebih baik lewat jalur kereta. Tidak bohong, Bekasi itu memang macet. Kereta lancar dan cepat sampai di rumah. 

Oya, harga tiket masuk Transera itu Rp. 125 ribu pada weekend dan Rp. 85 ribu pada weekdays, berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak yang tingginya 80 cm ke atas, untuk anak yang tingginya di bawah 80 cm, free lhoo. Terasa mahal? Nah, biasanya Transera suka ada promo tiket, bisa nih dipergunakan tiket promonya, keterangan lebih lanjut klik disini. Bila takut ketinggalan info promo tiket dan promo lainnya, lebih baik follow media sosial Transera antara lain:
FB Pages: Transera Waterpark, Twitter: @transera_bekasi dan Instagram: @transerawaterpark.bekasi.

Saya, Erin dan Sari, senang sekali datang ke Transera, sayang banyak godaan untuk melakukan transaksi di luar tiket masuk, sehingga harus nabung dulu kalau rekreasi ke sana lagi, atau membeli tiket promo. Yuks datang ke Transera Waterpark, rasakan sensasi berenang dan main air di kolam serta permainan lainnya.







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

5 komentar

komentar
10 Mei 2017 17.27 delete

Jajan di indomaretnya pake uang biasa kok mbak :) bukan pake saldo di gelangnya :)

Reply
avatar
10 Mei 2017 20.19 delete

Hehe, iyaya, saya nggak belanja di Indomaret. Berarti bisa beli cash ya..;p

Reply
avatar
31 Juli 2017 11.01 delete

Bagus banget, banyak spot menarik untuk poto2.

Reply
avatar
31 Juli 2017 13.54 delete

Iyaaa, sambil berenang bisa foto-foto. Asyik nih, buat keluarga sama teman2, refreshing sekalian eksis, hehe

Reply
avatar
31 Juli 2017 13.54 delete

Iyaaa, sambil berenang bisa foto-foto. Asyik nih, buat keluarga sama teman2, refreshing sekalian eksis, hehe

Reply
avatar

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik dan sopan. Kalau sempat, akan saya BW balik. Senang bisa saling berbagi informasi dengan anda. EmoticonEmoticon