Korelasi Tingkat Emosi Orang tua Dengan Pola Pengasuhan Anak

Tidak dapat dipungkiri, emosi orangtua yang tidak stabil bisa berakibat buruk pada pola asuh anak. Orang tua yang dilanda stress selalu menggunakan tangan dan teriakan dalam menyikapi tingkah laku anak. 

Apakah saya dan anda termasuk orang tua yang seperti itu?
pixabay.com
Saat orang tua sedang dalam good mood, apapun kesalahan anak, bisa disikapi dengan tersenyum dan memaafkan. Tapi bila orang tua sedang dalam bad mood, apapun kesalahan anak akan menjadi masalah besar baginya.

Saya menyadari hal ini, saat Erin, anak saya, 4 tahun, memarahi adiknya yang masih 8 bulan karena menangis. “Dedek, diaaamm…. Pusing kepala aku dengar kamu nangis.” 

Waduh ini gaya ibunya banget kalau sedang marahin Erin. Akhirnya saya mulai melembut bila Erin sedang ngamuk nggak jelas dan alhasil, Erin juga menjadi lembut dengan adiknya bila adiknya menangis. Saya tidak ingin dingat Erin sebagai ibu yang galak. 

Intinya penting bagi orang tua untuk mengelola emosi dengan baik. Orang tua memerlukan tempat untuk menyalurkan stress, yang bisa membuat dirinya menjadi rileks. Dan koreksi diri, apakah yang membuat kita stress? Apakah pekerjaan, tagihan kartu kredit, atau cicilan mobil yang tidak kunjung lunas?

Bila pekerjaan benar-benar membuat kita seakan tidak bernafas, maka ada baiknya untuk mencari pekerjaan yang lebih rileks. Kita bisa pindah kerja atau membuat bisnis baru. Memang sayang sih, apalagi kalau gajinya sangat besar. Tapi coba bayangkan, dengan bertahan dalam kerja yang stres dan anak yang akan menjadi korban kemarahan kita. Maka anak akan tumbuh menjadi manusia yang stres juga, karena anak kan meniru pola tingkah orang tua.

Bila tagihan kartu kredit dan cicilan mobil memberatkan maka perlu dipikirkan solusinya. Mobil bisa di-take over oleh orang lain, dengan dijual. Kartu kredit bisa dilunasi, dengan  catatan tidak menambah utang baru. Apalah artinya mobil dan barang-barang baru, bila kita merusak pertumbuhan jiwa anak?

Anak itu investasi masa depan, karena apa yang kita ajarkan dan mereka tiru akan membentuk kepribadian mereka. Maukah anda mengorbankan masa depan anak? 





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik dan sopan. Kalau sempat, akan saya BW balik. Senang bisa saling berbagi informasi dengan anda. EmoticonEmoticon