Content Writer, Peluang Menulis Baru Dari Workshop CNI

"Pekerjaan yang paling menyenangkan itu hobi yang dibayar." (Ridwan Kamil, Walikota Bandung)

Dulu sewaktu kuliah, tidak pernah terlintas di pikiran, akan menjadikan tulisan sebagai lahan rejeki. Apalagi anak kuliahan tahunya cuma lulus, melamar di perusahaan, lalu kerja kantoran. Sayangnya setelah berkali-kali ganti profesi selama bertahun-tahun, saya baru tahu menulis itu bisa menghasilkan uang. Padahal sejak zaman memakai rok abu-abu, saya sudah suka menulis puisi, tapi hanya menjadi koleksi pribadi.

Sebelum menjadi blogger, saya melihat profesi blogger itu sangat menyenangkan, dengan menulis, tidak hanya materi yang didapat tapi juga pertemanan yang luas.  Apalagi saat menghadiri workshop teh Ani sebelumnya tentang dunia blogging, yaitu Menekuni Profesi Blogger Yang Bukan Sekedar Menulis.

Teh Ani mengatakan kalau menulis di blog itu terindeks oleh Google, dan terekam jejak kita. Beda dengan menulis di wall facebook, yang tulisan kita bisa tenggelam dan tidak terindeks dengan google. Sehingga sayang sekali tulisan kita menghilang begitu saja, dan tidak bisa dicari oleh Google Search.

Karena itu saya sangat antusias menghadiri Blogger Gathering CNI, Workshop Content Writer & SEO, dengan narasumber Teh Ani Berta, bisa membuka wawasan saya tentang dunia content writer.. Workshop ini diadakan pada hari Jumat, 20 Oktober 2017, di gedung C3 Building(CNI Creative Center). Workshop ini gratis diadakan oleh CNI, dalam merayakan 31 tahun usianya, CNI memberikan manfaat bagi blogger dengan mengadakan workshop, sesuai dengan filosofi yang ada di dinding gedung, sebelum memasuki ruangan workshop.


(Filosofi di dinding lantai kedua gedung CNI)

Saat datang kami pun langsung menyicipi kopi CNI yang terkenal enak. Saya sampai dua kali minum. Sudah lama sekali tidak minum kopi CNI, jadi serasa nostalgia. Memang pagi-pagi ke menghadiri blogger gathering CNI, pas sekali dengan minum kopi, jadi semangat mengikuti workshop.

(Saya dan Natara minum kopi CNI)



Setelah puas dengan kopi, kami naik ke lantai dua, untuk mengikuti workship. Saat pembukaan workshop, mas Gusti menjelaskan tentang CNI yang sudah berusia 31 tahun. Dan saat ini, masih jarang member CNI yang menulis blog. Karena itu mas Gusti,  mengapresiasi sekali blogger.

Setelah mas Gusti, sesi teh Ani Berta dimulai. Teh Ani mengatakan  kalau dunia blogger itu sudah crowded, karena blogger memang sudah banyak dan ada kalanya muncul persaingan kurang sehat. Menurut teh Ani yang penting menulis, kalau tidak bisa total sebagai blogger setidaknya bisa menjadi penulis, dengan menulis dalam bentuk apa saja. Lalu apa saja peluang menulis yang tersedia saat ini? 



Nah, teh Ani Berta mengatakan content writer sebagai salah satu solusi untuk tetap enjoy menulis non fiksi. Pada prinsipnya sebenarnya content writer sama dengan blogger, hanya kalau di content writer menulis ada aturannya, tidak bisa sebebas bila menulis di artikel blog sendiri.

(Teh Ani Berta memberikan materi content writer)
Memangnya blogger bisa menjadi content writer? Perusahaan-perusahaan biasanya sudah mempunyai content writer yang tetap. Ternyata menurut Ani Berta tidak setiap perusahaan punya content writer tetap, dan mereka tertarik untuk meng-hire blogger sebagai content writer. 


Menurut teh Ani Berta, content writer menjadi salah satu profesi yang diminati karena kebutuhan penulis meningkat. Dengan kemajuan teknologi, terutama pertumbuhan pemakai internet yang meningkat, membuat media online dan website institusi kian menjamur. Dengan Google Search, kita bisa mendapatkan berbagai tulisan dari bermacam-macam website. Ini terbukti dengan banyaknya surat kabar dan tabloid yang tutup. Bahkan majalah bertemakan parenting, tempat suami saya dulu bekerja, sekarang juga sudah tidak ada lagi. Orang sekarang lebih senang mencari berita atau tulisan di internet, dengan alasan murah dan mudah. Karena itu, content writer dibutuhkan seiring dengan bermunculan website-website baru. Lalu bagaimana caranya menjadi content writer?


Selain itu ternyata banyak tokoh pejabat, selebriti atau pemangku kepentingan tidak punya ketrampilan menulis. Kadang mereka mempunyai banyak gelar, tapi tidak menjamin mereka bisa menulis dengan baik.Seperti staf di Pemerintahan yang tidak bisa menulis. Padahal ketrampilan menulis diperlukan untuk branding diri, agar bisa semakin terkenal. Sehingga selain menjadi content writer, blogger pun bisa menjadi ghost writer, sesuai kesepakatan dengan pihak yang membutuhkan penulis. Seperti Merry Riana, motivator terkenal yang menggunakan Alberthien Endah, untuk membuatkan buku dirinya.

Untuk mendapatkan job sebagai content writer, biasanya teh Ani berdasarkan hasil referensi teman. Selain itu juga ada agensi yang menawarkan pekerjaan content writer. Memang fee-nya tidak sebesar fee blogger tapi kontinu. Menjadi content writer, pekerjaannya berkesinambungan. Apalagi jika kita mendapatkan pekerjaan dari perusahaan yang mempunyai majalah internal, bisa menetap bekerja sebagai content writer di perusahaan.
Yang menyenangkan menurut teh Ani Berta, kebutuhan produksi konten meningkat, sehingga tidak  usah takut peluang tidak mendapatkan pekerjaan. Sampai kapanpun content writer akan tetap ada, sedangkan blogspot bisa tutup kapan-kapan. Karena itu menjadi content writer merupakan pekerjaan yang menjanjikan, dan juga punya banyak benefit. Mau tahu apa saja benefitnya?


Agar menulis sesuai dengan passion kita, kita harus mengenal website yang diminati, seperti apa tata bahasanya, gaya tulisannya, dan sebagainya. Setelah itu kita bisa kirim proposal ke bagian Marketing Komunikasi atau Public Relation. Sebisa mungkin porto folio diperbagus, salah satunya dengan pengalaman kita menulis di website non profit seperti panti asuhan. Selain itu menulis di Kompasiana dan blog detik juga bisa dilakukan. Dan jangan lupa yang terpenting menurut teh Ani, dalam proposal ada porto folio. Karena itu kita juga bisa cantumkan history sebagai blogger.

Teh Ani juga memberikan tips seputar promosi di media sosial. Bila kita ingin mempromosikan tulisan di komunitas penulis, jangan sembarang share link, kita juga harus lihat ketentuan grup dulu, tidak boleh asal sharing. Dan jangan share link di komunitas-komunitas yang anggota grupnya sama berulang-ulang. Pembaca akan bosan. Selain itu buatlah tulisan soft selling, jangan hard selling. Dan yang terpenting jangan setengah hati menjadi content writer. 

Untuk website, buat tulisan yang sesuai dengan gaya media online jangan seperti media cetak. Foto harus bagus. Di tas harus ada kamera, sehingga bila menemukan spot foto menarik, kita bisa langsung foto saja, dan fotonya disimpan di bank foto. Suatu saat foto tersebut akan dibutuhkan, berguna dengan artikel yang related dengan foto. Selain itu teh  Ani Berta juga memanfaatkan alat perekam suara, agar dalam satu acara bisa dijadikan bahan cerita berbagai konten. Karena kadang,  narasumber memberikan quote yang tidak ada di press release.


Dan ada tips yang menurut saya sangat bagus dari teh Ani Berta. Sebagai blogger, kita biasanya mempunyai style sendiri. Tulisan pun bergaya bebas, tidak seperti artikel ilmiah. Pasti bingung kan, biasa menulis blog, lalu harus menulis artikel ilmiah dengan kaidah-kaidah menurut tata Bahasa Indonesia. Mengutip pertanyaan mba Yayat, "Apakah harus jam terbang tinggi dulu, baru bisa merubah sytle menulis, dari blog pribadi menjadi artikel ilmiah?"

Ternyata menurut teh Ani Berta, untuk menjiwai tulisan, kita bisa mengubah baju yang dikenakan agar sesuai dengan tema. Seperti saat harus menulis untuk Kementerian, teh Ani akan memakai baju kerja formal. Saat harus menulis non formal, teh Ani akan memakai baju yang disukainya.

Selain itu kita juga harus punya bank data. Kadang ada tulisan menurut kita bagus ,ternyata tidak bagus menurut pembaca. Kadang menurut kita tidak bagus, tapi bagus menurut pembaca. Tidak ada sesuatu yang sia-sia bila dikerjakan dengan sepenuh hati, begitu juga dalam tulisan.

Acara terakhir pengumuman awarding tiga orang loyal blogger, dan juga tiga orang pemenang lomba live twitter, selama workshop diadakan. CNI memang paling mengerti blogger.


Jadi, tertarikkah anda menjadi content writer?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik dan sopan. Kalau sempat, akan saya BW balik. Senang bisa saling berbagi informasi dengan anda. EmoticonEmoticon