Saat Yang Muda Memimpin Negara

Saya pernah membaca artikel tentang para pemimpin muda di dunia, terutama Presiden Perancis yang fenomenal dengan kisah cintanya. Bagaimana rasanya ya, Indonesia mempunyai presiden berusia muda? Di dunia, para pemimpin ini dilantik pada saat berusia sekitar 35 tahun keatas sampai awal 40-an. Yang pasti sih, umur segitu lagi gagah-gagahnya, apalagi buat laki-laki. Sudah dipastikan kegantengan dan keberaniannya sedang diatas awan. Apalagi sesuai dengan ungkapan 'life begin at forty'. Rasanya pas banget dengan para pemimpin muda, yang dilantik sekitar umur 40-an. Biasanya gairah perubahan benar-benar terasa saat penduduk memilih para pemimpin muda ini. 

Namun diluar kepemimpinan mereka, ada beberapa hal unik yang saya perhatikan sebagai seorang perempuan. Ya iyalah, terkadang kita memang membutuhkan pemimpin yang memikat hati perempuan, karena kita pemilih perempuan, iya kan? Lalu apa saja sih keunikan mereka.

First Love Presiden Perancis Emmanuel Macron
Siapa yang tidak kenal dengan presiden Perancis yang ganteng dan mempunyai kisah cinta yang unik? Saat dilantik menjadi presiden pada usia 39 tahun, Emmanuel dengan bangga bersanding bersama istrinya, Brigitte Macron yang berusia 64 tahun, sekitar 25 tahun lebih tua. Brigitte yang juga mempunyai cucu ini, kabarnya dilamar oleh Emmanuel pada saat berumur 17 tahun. Saat itu Emmanuel masih sebagai murid SMU, dan Brigitte merupakan gurunya. Wow, kisah cinta sejati yang amazing menurut saya. First love presiden Perancis memang amazing banget. Langka sekali ada laki-laki seperti ini.

Banyak orang yang meragukan kecintaannya pada Brigitte, tapi Emmanuel membuktikan dengan tetap setia pada istrinya, walaupun penampilan fisik istrinya yang menua tidak dapat disembunyikan. Padahal Perancis terkenal sebagai negara yang memuja kecantikan perempuan yang cantik dan seksi, namun yang dilakukan oleh Emmanuel, membuat dunia menjadi tercengang. Bila Emmanuel bisa melihat inner beauty istrinya dibandingkan fisiknya, saya yakin, Emmanuel akan memimpin negaranya dengan baik. Karena sudah terlihat karakternya yang baik dan setia. Bukankah itu modal dasar untuk memimpin sebuah negara?

Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada Yang Pro Perempuan

Andaikan saja Justrin Trudeau yang memimpin Indonesia, pasti deh saya yakin, para perempuan akan bersorak-sorak gembira. Mau tahu kenapa? Karena Justin memberlakukan peraturan cuti melahirkan selama 18 bulan buat para ibu yang baru melahirkan. Wuih keren. Sedangkan di sini cuti melahirkan hanya 3 bulan saja. Jauh banget ya, sama kebijakan Justin. 

Selain itu Justin juga punya jiwa fashion hehe.., bisa dilihat dari kaus kaki nyentrik yang dipakainya. Hal itu memang jauh bertolak belakang dari penampilan para pemimpin lainnya yang selalu berusaha tampil formal. Sebenarnya yang penting kan bukan penampilan, tapi jiwa kepemimpinannya. Walaupun nyentrik, tapi bisa diandalkan untuk memimpin Kanada. 

Nah, dengan adanya pemimpin muda di dunia itu, saya jadi berpikir kapan ya Indonesia bisa mempunyai pemimpin muda. Apalagi sejak presiden Soeharto digantikan oleh BJ. Habibie, Indonesia selalu dipimpin oleh presiden yang berumur 50 tahun keatas. Mempunyai presiden muda, bisa membawa gairah bagi warga, untuk sebuah perubahan yang lebih baik. 

Yang saya lihat dari calon kandidat presiden untuk Pemilu 2019, yang kelihatan berpotensi untuk menjadi presiden dengan usia muda, yaitu Agus Harimukti Yudhoyono. Sudah pada kenal kan sama beliau? Mas Agus ini masih muda banget lhoo.., lahiran tahun 1978, jadi tahun 2018 ini umurnya pas 40 tahun. Sepak terjangnya di dunia politik memang terbilang masih baru. Mas Agus baru mengikuti satu kali pemilihan kepala daerah yaitu pemilihan Gubernur DKI pada tahun 2017 kemarin, bersaing dengan Anies Baswedan dan Ahok. Tapi walaupun begitu, saat itu saya ingat sekali, kedua kubu, baik Ahok dan Anies, berusaha mendekati mas Agus, agar mendapatkan suara mas Agus, pada putaran kedua. Karena memang ternyata suara pendukung mas Agus termasuk lumayan banyak, apalagi untuk pendatang baru di dunia politik.

Lalu apa sih uniknya Agus Harimukti ini selain usianya yang masih muda, untuk dipilih sebagai presiden Indonesia? Pertama menurut saya, panggilan hatinya untuk terjun ke politik untuk ikut berjuang memberikan perubahan pada negeri ini.  Membuat mas Agus berani meninggalkan korps TNI yang sangat dicintainya, untuk mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur Jakarta. Walaupun keputusannya teguh dan bulat, terlihat mukanya yang sedih dan airmatanya yang mengalir. Wah rasanya, siapapun akan menangis menyaksikan adegan tersebut. Kita tahu kan, sekali keluar dari TNI, nggak bakal mungkin bisa balik lagi. Padahal pangkat Mayor yang ditinggalkannya, didapat dengan perjuangan berat dengan susah payah, tentunya sangat disayangkan bagi beberapa pihak, terutama para petinggi TNI. Namun mungkin takdir berkata lain, Agus Harimukti Yudhoyono memang ditakdirkan menjadi pemimpin diluar TNI.



Selain itu yang kedua, mas Agus merupakan sosok yang pantang menyerah, terlihat dari cara dia bangkit setelah kekalahan pilkada Jakarta 2017, saat ini mas Agus sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilu 2019. Beliau ingin totalitas dalam berpolitik, dengan semangat muda dan gemblengan pendidikan TNI, membuat beliau menjadi pribadi yang tangguh dan berwibawa. Walaupun kalah pada pilkada Jakarta, mas Agus tetap saja blusukan ke beberapa daerah di Indonesia, untuk menyerap aspirasi masyarakat. 

Dan tentunya yang ketiga, saya sangat menyukai sosok suami dan ayah yang care dengan keluarga. Saya selalu jatuh cinta pada tipe laki-laki seperti ini. Bagaimana bisa memimpin bangsa bila kita tidak dapat memimpin keluarga? Karena keluarga merupakan ruang lingkup terkecil yang mencerminkan kepemimpinan seorang laki-laki. mas Agus sangat mencintai dan menghargai istrinya, Anisa Pohan, kemanapun beliau selalu membawa istrinya untuk mendampinginya. Belum lagi kecintaannya pada anaknya, Almira Tunggadewi Yudhoyono, juga patut diacungi jempol. Walaupun sibuk dalam berpolitik, mas Agus tetap saja bisa membangun hubungan emosional yang kuat dengan anaknya. Saya melihat mereka berdua bagaikan Pangeran Charles dan istrinya, Kate Middleton yang selalu tampak serasi di setiap acara kenegaraan, dengan membawa kedua anaknya. 



Selain itu yang keempat, yang saya suka dengan sosok mas Agus ini, rendah hati dan easy going. Coba kalau saya resign dari sebuah pekerjaan yang cemerlang karirnya, lalu tidak mendapatkan pekerjaan baru. Pastilah saya nangis bombay, ihikss.. Tapi mas Agus tetap saja santai dan memantapkan diri di bidang politik yang baru ditekuninya, dengan menjabat sebagai ketua Kogasma di partai Demokrat. Nggak usah pake lebay, walaupun nggak kepilih menjadi Gubernur Jakarta. 

Yang terakhir, sosok mas Agus ini  mirip dengan Presiden Soekarno menurut saya. Soekarno yang terkenal dengan pidatonya yang menggelorakan semangat rakyat tanpa menggunakan teks, tercermin dari penampilan mas Agus saat Rapimnas Demokrat 2018 kemarin. Mas Agus bisa berpidato dengan lantang dan bagus, tanpa menggunakan teks. Lalu mereka berdua sama-sama ganteng (hehe.. pas banget buat pemilih perempuan). Siapapun akan mengakui kegagahan dan kegantengan Soekarno saat muda, begitu pula dengan mas Agus yang gagah dalam setiap kesempatan. Dan yang terakhir pastinya mas Agus akan menjadi presiden pada usia 41 tahun bila terpilih pada pemilu 2017, hanya berbeda 3 tahun dengan Soekarno, yang terpilih menjadi presiden pada usia 44 tahun.




Karena itu #SayaSiap dengan hadirnya pemimpin muda, yang bisa memberikan aura semangat di negara kita ini. Sama seperti pada tahun 1945, bangsa ini memilih presiden berusia muda, Soekarno, semoga pada pemilu 2019, akan terpilih kembali presiden muda, yang akan memberikan perubahan segar pada negara ini. Amin yra.





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik dan sopan. Kalau sempat, akan saya BW balik. Senang bisa saling berbagi informasi dengan anda. EmoticonEmoticon