All Tags

Asian Games 2018, Membuka Peluang Untuk Produk UKM Go Internasional

8/23/2018

Gegap gempita Asian Games 2018 yang sedang berlangsung, tidak hanya memberikan kesempatan pada Indonesia, yang membuktikan diri bisa menjadi tuan rumah yang baik. Tapi juga membuka peluang bagi berbagai bidang di Indonesia seperti pariwisata, kuliner, produk dalam negeri, dan sebagainya yang berasal dari Indonesia, dalam memperkenalkan diri ke negara lain. 

 

Biasanya kalau ada acara akbar setaraf Asian Games 2018 ini, pastinya akan banyak produk Indonesia yang dicari untuk oleh-oleh. Apalagi negara peserta Asian Games ada 45 negara se-Asia Tenggara, yang terdiri dari Thailand, Saudi Arabia, Jepang, Korea, dan sebagainya. Dengan jumlah 40 cabang olahraga, bisa dibayangkan berapa jumlah orang yang datang ke Indonesia. Coba tebak berapa? Yups 11.478 atlet. Dengan dihitung pelatih, suporter dan perwakilan masing-masing negara, jumlahnya semakin bertambah. 

Dari jumlah sebanyak itu yang datang, pastinya membutuhkan penginapan, makanan, transportasi, dan yang tidak boleh ketinggalan souvenir alias oleh-oleh. Secara mereka datang jauh-jauh, pastinya tidak mau ketinggalan kesempatan untuk belanja. Apalagi perempuan, yang naluri belanjanya tinggi seperti saya, hehe.. Apa saja sepertinya mau dibeli, terlebih barangnya unik, milennials, dan juga harga murah.

Memang bila dilihat nilai rupiah yang sekitar 14 ribu terhadap dollar Amerika, maka bisa dikatakan kalau nilai rupiah termasuk terjangkau dan berkesempatan akan tingginya daya beli produk Indonesia oleh para pengunjung Asian Games 2018. Produk yang dihasilkan oleh para UKM Indonesia memang tidak kalah dengan produk luar negeri, malah banyak yang sudah ekspor dan dikenal oleh negara lain. 

Menangkap Peluang Melalui Produk Lisensi Asian Games 2018

Ajang Asian Games 2018, membuka kesempatan bagi para UKM untuk mengenalkan produknya ke negara-negara di benua Asia. Nah pada hari Kamis, tanggal 15 Agustus 2018 kemarin, Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan acara Forum Group Discussion dengan tema "UKM Menangkap Peluang Asian Games 2018" bertempat di Creative Stage lantai 3 di Smesco Indonesia. 

Menurut Mochtar Sarman, Vice Director Revenue, INASGOC, sebagai panitia penyelenggara juga memberikan kesempatan kepada 7 UKM Indonesia di antara 23 perusahaan untuk memegang hak lisensi Asian Games. INASGOC berharap dengan adanya UKM sebagai pemegang lisensi, dapat memberikan angin segar pada produk UKM Indonesia untuk memperkenalkan produknya agar go internasional.

Lalu bagaimana sih caranya supaya produk UKM bisa menjadi pemegang lisensi Asian Games 2018? Mochtar Sarman menjelaskan saat mengajukan produknya, ada beberapa kriteria lho, yang harus dipenuhi. Mau tahu apa aja?

  • Jaringan distribusinya. Apakah sudah kuat dan luas?
  • Kualitas produk. Apakah sudah memenuhi standar kualitas internasional atau belum?
  • Kemampuan produksi. Apakah bisa memenuhi permintaan? 
  • Mau belajar. Apakah mau menerima saran untuk perkembangan usaha? 
  • Dan sebagainya
Sehubungan baru dua kali Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games yaitu pada tahun 1962 dan tahun ini, 2018. Maka Asian Games membuka peluang bagi produk UKM agar tidak selamanya menjadi produk lokal. Karena belum tahu kapan lagi Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games. Tuh kan, kesempatan emas banget nih buat UKM Indonesia. 

Selain itu Mochtar Sarman juga menjelaskan bahwa pemegang lisensi Asian Games 2018, 80 persennya dipegang oleh perusahaan nasional, 20 persennya baru dari luar Indonesia, yaitu negara peserta Asian Games 2018. Alhamdulillah INASGOC berhasil melampaui target pemasukan untuk Asian Games 2018, karena memang tidak sembarangan menempelkan logo Asian Games 2018 di kemasan produk, karena ada hak cipta-nya. Dan ada sekitar 80-95 persen produk yang harus ada hologram Asian Games 2018. 

Pasti pada penasaran nih? Sebenarnya sejak kapan sih, dibukanya peluang kerjasama Asian Games 2018 oleh INASGOC? Ternyata menurut Mochtar, sudah sejak tahun lalu pengumumannya, sehingga persiapan para pemegang lisensi sudah matang. Seperti Alfamart, yang menjual souvenir Asian Games 2018 ada sekitar 2000 outlet. Banyak ya! 

SMESCO Menyediakan Produk Khas Indonesia Selain Merchandise Resmi


Lalu bagaimana dengan produk dari berbagai provinsi di Indonesia, bisa dibeli dimana? Pasti para atlet, pelatih dan suporter Asian Games dari negara lain, juga mau membeli produk Indonesia. Menurut Emilia Suhaimi, selaku Direktur Utama LLP-KUKM, untuk itu mereka akan diarahkan ke Smesco, sebagai pusat wisata belanja. Jadi kalau datang ke Smesco, bisa membeli semua produk khas dari seluruh provinsi di Indonesia.



Harga merchandise-nya pun beragam, mulai dari harga 15 ribu sampai 3,5 juta. Kalau untuk negara lain yang nilai tukar mata uangnya diatas Indonesia, ini sih menyenangkan sekali. Mereka bisa belanja apa saja, karena harga barangnya murah-murah. Apalagi menurut Emilia, harga produk UKM di Smesco, sama dengan harga beli di perajin, hanya saja di Smesco ditambah Ppn sebesar 10 persen.

Selain itu turis bisa melihat secara langsung, apa saja produk-produk Indonesia, tanpa harus datang ke provinsinya. Seperti kalau mau membeli kain songket, tidak harus datang ke Sumatera Barat. Repot kan, kalau harus terbang dulu ke Padang? Haha..

Uniknya display produk Smesco, kental dengan budaya Indonesia dan tidak ada produk asing yang dijual. Harus khas Indonesia, karena Smesco ingin memberdayakan dan mensejahterakan produk UKM Indonesia. Dan untuk ini, Smesco sudah melakukan banyak promosi, antara lain di media sosial, yang memang sedang nge-trend saat ini.

Menurut Emilia, juga dilakukan berbagai upaya, untuk menwujudkan Smesco sebagai wisata belanja, yaitu dengan :


  • 6 bus tingkat dan 4 bus reguler yang looping dari Wisma Atlet ke Smesco
  • Di dalam bus, akan disambut oleh Abang None Jakarta sebagai tour guide yang memakai T-shirt khusus Asian games, agar bisa dibedakan dengan panitia lainnya dan juga umum. Dan pastinya tour guide ini ramah dan pintar berkomunikasi
  • Ada penukaran uang di Smesco, yaitu Tap Cash BNI untuk pembayaran debet dan EDC untuk kartu kredit
  • Mendapatkan welcome drink yaitu bir pletok dan air mineral. Kenapa bir pletok? Karena merupakan minuman khas Jakarta
  • Barang-barang di Smesco merupakan produk fast moving yang cepat habis. Karena itu tidak akan ditemukan barang yang agak lama penjualannya, seperti patung besar. 
  • Selain itu ada kuliner khas daerah juga yang dijual seperti rendang, makanan khas Sumatera Barat, yang sudah go internasional
  • Ada juga demo membatik dan melukis payung, yang diharapkan akan menarik minat para wisatawan untuk lebih lama menghabiskan waktu belanja di Smesco
  • Ada hadiah khusus buat yang belanja dengan nominal tertentu, dan juga berlaku bagi pembeli yang mempromokan Smesco ke media sosial.
  • Tersedia photo booth, untuk para wisatawan berfoto dengan menggunakan berbagai aksesoris khas Indonesia
  • Untuk penjualan selama Asian Games 2018, Smesco dibantu oleh pakar marketing terkenal, Hermawan Kartajaya, melalui perusahaannya yaitu Mark Plus, untuk melakukan penilaian dan menjadi masukan perbaikan ke depannya buat Smesco.

DuAnyam, Salah Satu UKM Yang Mendapatkan Lisensi Asian Games

Saat ini produk berbasis sosial masyarakat sedang trend di kalangan anak muda dalam membuka usaha. DuAnyam contohnya, sebagai perusahaan yang menghubungkan kearifan lokal dengan memberdayakan para ibu di Flores. Uniknya lagi, menurut Juan Firmansyah, perwakilan DuAnyam, mereka tidak hanya melakukan perbaikan secara ekonomi, tapi juga bidang lain seperti kesehatan dan gizi. 

Sebagai salah satu daerah yang tertinggal secara ekonomi dan juga mengalami masalah tingginya kematian pada ibu yang melahirkan. DuAnyam meningkatkan perekonomian dengan membeli putus produk anyaman para ibu, dengan harga 2 kali lipat dari harga biasa. 

Lalu dengan tekad tinggi, DuAnyam datang ke INASGOC  tanpa ada kematangan konsep, namun diterima baik oleh INASGOC. Potensi DuAnyam sebagai bentuk usaha yang membantu para ibu di Flores, menarik minat INASGOC, sehingga DuAnyam mendapatkan kesempatan menjual produk anyaman berlisensi Asian Games 2018. 

Alhamdulillah, sudah ada 20 ribu produk DuAnyam yang dijadikan merchandise Asian Games 2018. Produknya lucu-lucu menurut saya, dari kipas, topi, bookmark, cable clip, agenda cover, dan lain-lain. 

Berkahnya, para ibu di Flores semakin bersemangat dalam berproduksi, dan saat ini peningkatan pendapatan mereka sudah mencapai 40 persen. Dan bagi DuAnyam sendiri, pastinya produk anyaman menjadi terkenal di antara para wisatawan yang datang selama Asian Games 2018. Di luar Asian Games 2018, DuAnyam sudah mempunyai pelanggan tetap, yaitu beberapa hotel. 

Diharapkan setelah Asian Games 2018, permintaan produk DuAnyam keluar negeri meningkat, dan DuAnyam akan merambah membeli produk anyaman ke Papua, dan daerah lain yang memproduksi anyaman. Memang DuAnyam ini patut ditiru oleh para pengusaha UKM lainnya, karena selain bisnis juga mempunyai tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal. 

Salut untuk DuAnyam.








You Might Also Like

1 komentar

  1. Suatu kebanggan bagi ukm jika produknya bisa dikenal dimancanegara dan memenuhi standar kualitas INASGOG

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik dan sopan. Kalau sempat, akan saya BW balik. Senang bisa saling berbagi informasi dengan anda.

Communities

Image result for blogger perempuan

Image result for logo blogger crony

Communities

Image result for kumpulan emak blogger

Image result for blomil

Related image